Belajar #1 : Pendidikan Harus Membebaskan!

Pernahkah anak atau adik anda meminta uang untuk aneka macam kegiatan di sekolah?
biaya ekskul? uang LKS dan buku paket? biaya ujian? daftar ulang? uang les? uang bangunan? 
hati-hati, karena bisa saja itu adalah pungli (pungutan liar).

Saya cukup terkejut dengan deretan jenis pungli yang disodorkan oleh bu Yekti saat saya mewawancarai beliau pagi tadi. "wah, berarti dulu saya kecolongan dong bu" kata saya. bu Yekti tersenyum, katanya terlebih sekarang saat biaya pendidikan menjadi lebih mahal.

Terhitung ada 57 jenis pungli yang teridentifikasi oleh Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Malang. bahkan kata bu Yekti, salah seorang aktivis FMPP, SPP juga bisa termasuk jenis pungutan karena seperti kita tahu bahwa sekolah negeri setingkat SD dan SMP sudah terbebas dari biaya pendidikan dengan  adanya wajib belajar 9 tahun. 

walaupun begitu banyak pungli yang ditarik oleh sekolah, nyatanya tidak semua orang tua peka dan memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut. biasanya mereka pasrah saja, syukur-syukur kalau ada orang tua yang melayangkan complain pada sekolah (meski ada saja alasan pihak sekolah untuk mengelak). tapi untungnya, ada sekelompok orang tua yang kritis dan berani untuk mengadvokasi hak-hak mereka, salah satunya bu Yekti yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, begitu juga dua orang wanita yang menyertai beliau pagi tadi. "mas..mas..kok ngundang pagi-pagi banget, padahal tadi saya maunya masak dulu.." omel salah seorang di antaranya. mas-mas dari MCW (Malang Corruption Watch) itu hanya garuk-garuk kepala. kalo udah gini keliatan deh ibu-ibu sejati . 

uang formulir termasuk jenis pungutan liar (ilustrasi)

back to topic. apakah pendidikan kita sudah terjangkau?
jadi menurut bu Yekti, pendidikan kita belum terjangkau (studi kasus di Malang sebagai representasi daerah lain di Indonesia) namun seharusnya bisa terjangkau karena begitulah amanat UUD 1945 kita. namun apa kendalanya? yang paling sering ditemui adalah pungutan liar itu tadi. coba kita list, kucuran dana dari APBD sudah ada, begitu juga APBN, alokasi dana pembangunan fisik sekolah juga sudah ada, Bosnas sudah ada, Bosda sudah ada, gaji guru sudah ada, tapi menjadi tidak terjangkau karena sekolah tetap memungut biaya dengan dalih untuk pembiayaan sekolah.

Pertanyaan saya selanjutnya adalah, apakah ada sekolah yang benar-benar bersih dari pungli?
menurut beliau, tidak ada sekolah yang benar-benar bersih. namun di sini terdapat perbedaan dalam memaknai pungutan. misalnya, bagi sekolah yang di pelosok dan kurang perhatian dari pemerintah, kadang untuk melanjutkan operasional sekolah mau tidak mau harus menarik sumbangan dari para orang tua. akan tetapi sumbangan diberika dengan sukarela karena keterbatasan fasilitas dan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak mereka. nampaknya berbeda dengan di sekolah di perkotaan yang (biasanya) menarik pungutan tanpa alasan yang dapat dibenarkan. 

tentu kita penasaran bagaimana peran pemerintah daerah?
bu Yekti memberikan contoh di Kabupaten, bupati membentuk sebuah tim independen. bu Yekti secara pribadi mengutarakan keraguannya pada tim ini karena mereka hanya muncul saat ada kasus yang mencuat  dan menarik perhatian publik. dengan kinerja seperti itu tentu saja keberadaan mereka dirasa tidak efektif, dan seakan hanya membentuk image positif bagi bupati atau pejabat terkait. padahal, jika benar-benar peduli, seharusnya mereka membuat kebijakan yang memihak pada rakyat. jika inspeksi pun, tidak hanya dilakukan pada saat kasus pelanggaran terjadi, tapi juga pada saat penyelenggaraan belajar mengajar setengah tahun ajaran misalnya (untuk menghindari faking good dari pihak sekolah).

selanjutnya saat menutup perbincangan, saya bertanya lagi, apa yang kita lakukan dengan kondisi pendidikan seperti ini
bu Yekti berbicara sebagai seorang aktivis dan bagian dari masyarakat "kita mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah, jangan sampai memihak kepentingan kelompok" ujarnya. sebenarnya peran kita bersama bagaimana agar wajib belajar 9 tahun benar-benar dapat diwujudkan. "Walaupun perjalanan masih panjang, tapi setidaknya ada pengurangan pada setiap modus pungutan liar" bu Yekti Optimis. 

penting adanya pencerdasan mengenai aturan pendidikan kita, misalnya pada kasus RSBI tempo lalu, ternyata ada sekolah negeri biasa yang mengaku sebagai RSBI! ini sangat berbahaya karena ada aturan yang membolehkan RSBI untuk bebas memungut biaya. maka sebuah kejahatan jika ada sekolah negeri biasa yang mengaku-ngaku memiliki kualitas bertaraf internasional untuk memuluskan niatnya menguras uang para siswa. (dan untungnya pada Januari lalu keluar keputusan untuk pembubaran RSBI).

saya jadi ingat jaman SD dulu (SMP dan SMA saya bersekolah di swasta), bagaimana ada saja hajatan yang dilakukan sekolah dan di sanalah kantong-kantong siswa ikut berperan hingga untuk keperluan yang  "mengada-ngada": uang perpisahan, uang makan-makan (ini berkedok lomba masak, dimana para guru mulai berkeliling ke kelas-kelas untuk mencicipi semua masakan), dan banyak lagi pungutan liar lain oleh sekolah negeri yang tidak disadari para orang tua.


Penyebab pihak sekolah melenggang bebas menarik pungutan, dan pemerintah setempat tidak bersikap tegas salah satunya karena menangkap kesan dari orang tua yang cenderung menerima saja, apalagi jika sekolah tersebut dikenal masyarakat setempat sebagai sekolah "unggulan". 

at least, saya rasa semua setuju bahwa pendidikan memang harus membebaskan. mengenai persoalan ini, seperti kata bu Yekti di atas, kita punya peran untuk mengawal kebijakan pemerintah. jika beliau berbicara dengan kapasitasnya sebagai seorang aktivis pendidikan, mungkin dari kalangan masyarakat biasa dapat memulai dengan bersikap kritis pada setiap "permintaan dana" dari sekolah negeri, pertanyakan alokasi dana tersebut. 

mungkin kita bisa memulainya dengan mengidentifikasi "ketidakberesan" di lembaga pendidikan di sekitar kita. mengenai pungli ini, kita bisa share jenis-jenisnya lain waktu :)

semoga bermanfaat :)

last update: 13/4/2012 10:30

9 comments

  1. Hello there, I discovered your website via Google even as
    looking for a similar topic, your site came
    up, it looks good. I've bookmarked it in my
    google bookmarks.
    Hi there, simply became alert to your blog via Google, and found
    that it's truly informative. I am going to be careful for brussels.
    I'll appreciate if you proceed this in future. A lot of other
    people will probably be benefited out of your writing.
    Cheers!

    Look into my webpage; to help Australian leads

    ReplyDelete
  2. It's appropriate time to make a few plans for the future and it is time to
    be happy. I have read this post and if I may just I desire to recommend
    you few fascinating things or advice. Maybe you could write next articles
    relating to this article. I desire to read even more things approximately it!



    Feel free to surf to my webpage; Minecraft147Download.Wordpress.Com

    ReplyDelete

Blogger news

Blogroll