Just live your Life :)

Pernah ngerasa hidup ini membosankan? Jenuh udah di titik nadir, gak semangat melakukan aktivitas seperti biasa? Putus asa mencari apa yang bermakna (bukan yang menyenangkan) dalam hidup ini, pokoknya berasa dalam penjara kegundahan sampai-sampai gak ngomong pengen mati aja itu udah bagus..hehe..

Saya pernah ngerasain itu.

Lho, kenapa? Bukannya saya punya semuanya - keluarga yang menyayangi, materi berkecukupan, teman-teman yang luar biasa baik, prestasi, dan semua yang seakan jadi alasan buat saya untuk selalu bahagia? 

Tapi kenyataannya gak juga kan (ini juga jadi bukti bahwa punya semuanya gak menjadikan kita orang yang paling bahagia), bukankah kata Sayidina Ali kw bahwa ada kalanya hati itu lelah, seperti lelahnya jasad ini..maka siramilah ia dengan hikmah.

Nah itu udah dapat tips dari Sayidina Ali kw. 

Tapi, menurut saya, kita tetap harus memperjelas kembali apa sih bentuk hikmah-hikmah tersebut, karena hikmah yang dimaksud Sayidina Ali (saya yakin) bukan sekedar kata-kata bijak dari Mario Teguh atau Tere Liye.. Walaupun ada sebagian orang yang langsung ngeh dan kembali lagi semangatnya setelah membaca atau mendengar kata-kata motivasi "eh ini Tere Liye nyindir gue deh"..huhuhu

Tapi, ada juga yang gak mempan dengan sekedar membaca buku motivasi. Saya salah satunya. Saat jenuh saya ngerasa ada gaya tolak menolak antara saya dengan buku motivasi.., sebagian juga udah ketebak isinya apa :p, pokoknya saya gak bisa cepetan ngeh.. Kalaupun merasa kesindir saya bukannya langsung semangat tapi malah makin mewek :D

Nah, makanya kalau dalam kondisi kayak gitu, saya merenung sendiri sambil sesekali baca buku tentang tazkiyatun nafs (karena cuma buku itu yang gak loncat pas saya pegang..hehe). Dan akhirnya saya menemukan sumber kenapa kok saya mengalami jenuh yang kebangetan? Ini dia beserta tritmen versi saya juga:

1. Suatu saat saya sadar, saya jenuh karena hidup saya seperti mengalir begitu aja tanpa ada tujuan yang jelas dan kuat. Padahal kan, jangankan untuk setahun ke depan, gak tau apa yang harus dilakukan hari ini pun tentu bikin kita seperti orang linglung. Akhirnya, saya ngerasa perlu menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang untuk hidup saya. Misalnya untuk jangka pendek, saya pengen Belajar Psikologi Anak dan Remaja di Universitas pilihan saya. Sedangkan tujuan jangka panjang, saya pengen jadi pakar dalam bidang parenting dan pengembangan diri. Nah karena punya tujuan seperti itu, otomatis kita akan usaha dong? Gimana bisa lulus tes S2? Ya persiapan yang matang dan belajar keras, gimana bisa jadi pakar parenting? Ya gali ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin dari banyak sumber. Hari gini bisa berhasil tanpa usaha? Gile lu ndroo... Hehe

Note: tetapkan tujuan untuk dirimu sendiri, walaupun secara organisasi atau komunitas tempatmu bergabung, kamu sudah mempunyai mimpi bersama. Menurut saya itu punya kelemahan karena kamu bisa saja terpengaruh dengan teman di komunitas tersebut, saat tekad mereka melemah, kamu bisa-bisa juga kehilangan semangat. Tetapkan tujuanmu secara pribadi, tidak perlu terlalu tinggi, tapi sudah cukup membuatmu mau bergerak.

2. Ini masih ada hubungannya dengan poin (1). Misalnya ada pertanyaan, gimana bisa punya mimpi bermanfaat untuk orang lain? Sedangkan sekarang aja saya ngerasa gak berdaya, gak punya kelebihan seperti orang-orang hebat lainnya..apa yang bisa aku lakuin?

Hem..saya pernah merenung tentang hidup saya, lalu saya sadar...betapa kehidupan ini adalah nikmat pertama yang harus saya syukuri. Bersyukur karena sudah menjadi salah satu dari milyaran ciptaan Allah yang lain. Dan perlu diingat bahwa Allah gak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia, kecuali manusia yang menyia-nyiakan dirinya dengan gak memaknai hidup yang udah diberikan. Bayangkan bahwa kita ini hanya setitik dari banyak ciptaan Allah yang lain. Kita emang gak harus membuat perubahan besar bagi dunia seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw, tapi kita bisa melakukan hal lain yang bermakna, setidaknya untuk bersyukur kepada Allah atas anugerah kehidupan. Masak udah ngerasa diri kecil terus gak berbuat apa-apa? Rugi dong hidup lo... Ibarat diciptakan cuma buat mati doang.. *kejam* hehe...

3. Ini yang terakhir. Bagi yang ngerasa hari-harinya gak produktif. Suatu hari saya pernah berpikir, kok hidup saya hampa banget ya...saya baru bisa merasakan fulfilment kalo udah membuat suatu yang menurut saya akan bermanfaat, misalnya menulis artikel ini. Setelah itu sama aja, rasanya gelisah dan mencari-cari hal lain yang bisa saya lakukan. Ini karena saya gak mau waktu saya terbuang sia-sia, akhirnya saya sering tergesa-gesa bahkan untuk tidur sekalipun. Di kemudian hari saya teringat kembali, sebenarnya saya bisa membuat seluruh waktu saya menjadi produktif. Bagaimana caranya? Yaitu dengan meniatkan semua aktivitas untuk mencari Ridha Allah (karena memang itu tujuan utama kita kan?). Kalau udah begitu, maka aktivitas ngumpul-ngumpul sama temen kos gak bikin saya ngerasa unproductive lagi, karena saya bisa ngasih manfaat ke mereka sembari kami mengobrol..gak ngalor ngidul lagi dong.. Begitupun aktivitas lainnya.

Itu dia sedikit tips dari saya sambil curhat pribadi..hehe.. Jangan putus asa deh ya, karena kalau udah putus asa kita jadi hilang produktifitas dan gak berdaya buat beramal...dan ujung-ujungnya kita bisa menyalahkan Allah lho, jangan sampai seperti itu.

Kenapa ayat inna ma'al 'usri yusro diulang dua kali dalam QS Al-Insyirah? Itu karena Allah pengen meyakinkan kita bahwa di setelah melalui kesulitan, kegundahan, kesedihan, dan ketidak-enakan yang lain ...udah ada rencana baik yang menunggu dari Allah. Tergantung kemauan kita, mau menyambutnya atau tidak :)

be grateful by "live your life" :)


----This Special Post for my BestBelovie Friend - DW.

4 comments

Blogger news

Blogroll